May 2007 - Posts
Lama icon software ini nge-jogrok di sudut desktop dan tidak tersentuh barang sedikitpun hehehehe..
Dia tidak kusentuh selama engga aktif di geeks netindonesia.
Sekarang saya coba lagi untuk entri di semarang kaline banjir alias wss-id.
Sebelumnya saya pasangin pernak-pernik blog di live writer ini yang bisa di download dari http://gallery.live.com/default.aspx?l=8
Memberi penamaan pada komputer user sangat penting. Karena berdasarkan nama itu, komputer dikenal dijaringan oleh orang awam. Bayangkan jika Anda harus mengenal komputer teman Anda dengan no IP atau bahkan MAC Address. Bisa mabok man.
Oleh karena itu, sebagai sistem administrator, buatlah panduan penamaan yang sesuai dengan aturan atau kebijaksanaan perusahaam. Misal : Komputer dipake rame-rame oleh satu departemen/bagian. Maka enaknya dikasih nama berdasarkan nama bagain itu. contoh DEPT-IT atau IT atau BAG-IT atau ...bebaslah..
Jika komputer dipake oleh satu user aja, enaknya dikasih nama berdasarkan nama user itu. contoh : AGUSKUR, DONDY atau MUKIN atau siapa aja deh. Bagaimana kalo ada dua nama yang sama ? Kasih aja nama bagiannya. contoh IT-LUTFI dan KEU-LUTFI. Boleh dikasih lokasi PC nya ? ya boleh aja kalo mau. Contoh SMG-IT-LUTFI.
Yang jelas, nama itu harus mudah diingat oleh si admin dan gampang dikenali oleh si user saat dia browse nama komputer di Jaringan.
Jadi...apalah arti sebuah nama ? penting gitu....
Punya pentium 3 namun pengen install Vista ? jangan harap dehh.... itu impian yang paling muluk. Jika pengen punya tampilan mirip vista dan bisa jalan di pentium 3, download aja Vista Transformation Pack. Dijamin tampilan desktop Anda akan mirip Vista hehehehhe...
Lumayan kan daripada lu manyun pengen vista namun hardware kagak cucok boo....
Bagaimana server Anda tersimpan ? Apakah diruangan tersendiri yang terkunci rapat atau di ruangan terbuka dimana setiap orang bisa masuk dengan leluasa ?
Mungkin mulai sekarang, jangan biarkan sembarang orang lalu lalang disekitar server Anda. Kenapa ? sebab bisa aja seseorang itu adalah orang iseng, tiba-tiba dia login ke server atau membuka layar server yang tidak dilock. Sehingga dia dengan leluasa membaca atau bahkan merusak data di server Anda.
Bagaimana sebaiknya ?
- Pastikan layar monitor server Anda selalu di LOCK
- Pastikan Server Anda hanya menerima login dari user tertentu saja
- Pastikan Server Anda terkunci dalam ruangan tersendiri. Kalo terpaksa engga bisa, pastikan Anda bener-bener mengawasi server Anda dengan mata telanjang
- Gunakan password yang tidak mudah ditebak dan gantilah secara rutin
- Jangan biarkan password Anda diketahui oleh orang lain, walaupun itu teman semeja Anda. Cukup boss dan Anda saja yang tahu
- Dan lain-lain
Secure memang ribet dan Un-Secure tidak ribet, namun beresiko tinggi
Seorang teman kantor bilang "Orang IT itu kerjanya cuma restart dan shutdown thok !". Duh panas denger seperti itu. Tapi ya memang kenyataannya begitu koq. Selama join di SysAdmin group, saya paling sering menyarankan untuk restart jika komputer tidak bisa konek ke jaringan atau lainnya. Alhamdulillah lebih sering berhasil seperti itu hehehehe...
Kalo kantornya cuma se-uprit, kita bisa datang dan "membetulkan" komputer user. Kalo luas kantornya engga ketulungan dan komputer tersebar kemana-mana kan repot kalo datang satu-satu.
Kayak tadi pagi, switch engga bisa berfungsi. Cuman satu kabel yang engga bisa dapat koneksi penuh. logic nya, kita pasti menyalahkan kabelnya. Namun ternyata, setelah switch di-restart, lha sekarang dapat koneksi penuh 100 mb. Lucu kan hehehehe....ketawa donk doank.
Padahal, saat kejadian, saya lagi nge-service pack salah satu server dengan SP2 yang terbaru. Untung temenku sigap tanggap membantu
Sambil mengobati rasa rindu didunia coding, saya iseng-iseng maen ke situs Scripting MS. Wow lumayan lah untuk coding-coding dikit heheheheh...
Tak lupa saya juga download tools untuk bikin script nihh...rencananya mau pake Scriptomatic2. Bisa didownload di situs MS, namun butuh validasi OS kamu original atau b*j*k*n heheheh...Kalo original, langsung bisa download dehhh...
Ini screenshoot dari command prompt

Kebutuhan akan antivirus, tergantung pada tujuan kita memasang antivirus tersebut. Misal, kita butuh antivirus yang menyeleksi email di mail server. Tentu kita membutuhkan antivirus yang khusus mendeteksi virus di email. Lebih baik lagi kalo antivirus itu kompatibel dengan mail server kita.
Kalo kita butuh yang relatime protection, carilah yang bisa seperti itu. Jika butuh untuk scan virus dikomputer yang berada dalam jaringan, carilah yang cocok untuk itu. Juga kalo kita ingin mengecek virus lokal, pantengin aja para pembuat antivirus lokal. Biasanya ini lebih efektif.
Dalam kasus ini, saya memasang antivirus yang bukan khusus bekerja untuk mail server. Akibatnya, setiap ada email yang dicurigai bervirus, mail server tidak bisa melanjutkan download email dari ISP. Berhenti ditengah jalan hehehehe....
Nah saya lagi berpikir untuk mengganti antivirus dimail server dengan antivirus bawaan dari mail server itu. Biar cocok dan bisa bekerja secara kompatibel. Jadi email yang bervirus langsung didelete dan engga perlu memberhentikan download email berikutnya.
Saat nyoba install sebuah mail server di lab, tiba-tiba muncul warning "ehhh komputer eloe kagak ada network card nye....". Terus si wizard langsung finish. Hmm yup, komputer lab gak punya network card, so...bikinin aja supaya dia bisa "seolah-olah" punya network card. Pake apa dong deh ahhh ? Kalau Anda menggunakan Windows XP SP2, ada yang namanya Microsoft Loopback Adapter. Gunanya untuk membuat si XP punya TCP/IP dan kawan-kawanya.
Cara nge-set nya cukup gampang :
- Masuk menu Control Panel dan pilih Add a New Hardware
- Pilih Network Adapters

- Pilih Microsoft Loopback Adapters

- Klik Next dan Finish

- Terus testing dengan PING ke localhost jalan atau engga ?
Gampang kan hehehehheh
Saat Windows XP SP2 join ke workgroup, secara default dia akan membuat setting untuk sharing folder seperti gambar dibawah ini :
Padahal, kita kadang-kadang butuh untuk menampilkan beberapa local user yang boleh mengakses beberapa folder tertentu. Nah kalo si XP ini join domain, tentu mudah. Tinggal klik kanan dan pilih property dari folder tersebut. Terus pilih security dan beres. Nah bagaimana menampilkan tab security agar kita bisa nambahin local user yang boleh akses di suatu folder ?
Coba perhatikan gambar dibawah ini, dari sinilah kita akan mengaktifkan security tab. Yup Control panel lah tempatnya :
Pilihlah menu Perfomance and Maintenance, lalu klik File Type pada See Also. Klik tab View dan hilangkan tanda centang pada pilihan Use Simple Sharing (Recommended).

Jika sudah, maka tampilan security anda akan seperti ini :
Pagi ini ngobrol dengan teman masalah loyalitas. Menarik sekali nihh...
Seorang teman merasa tersinggung ketika ada teman yang lain mengkritik sebuah perusahaan. Menurut teman saya, mengkritik itu menunjukkan dia tidak loyal. Lha apa karena kritikan dianggap tidak loyal ? Duh bisa kacau kalo berpola pikir seperti itu.
Saya jadi berpikir,
- Apakah orang yang tidak mengerjakan tugas tanpa fokus pada kerjaan disebut loyalitas tinggi ?
- Apakah orang yang lebih mementingkan baca email dan browsing tanpa fokus pada kerjaan disebut loyalitas tinggi ?
- Apakah orang yang menunda pekerjaan sampai lupa dan tanpa fokus pada kerjaan disebut loyalitas tinggi ?
- Apakah orang yang mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan team dan tanpa fokus pada kerjaan disebut loyalitas tinggi ?
- Apakah orang yang pengen gaji tinggi tapi kerja sedikit dan tanpa fokus pada kerjaan disebut loyalitas tinggi ?
Padahal mungkin orang tersebut sudah bekerja puluhan tahun hehehehehe..loyalitas kah itu ?
Menurut saya, loyalitas pada perusahaan itu bukan berarti cinta buta dan menjilat mati-matian pada perusahaan tersebut. Namun kita bekerja dengan baik dan fokus pada pekerjaan kita. Boleh juga kritis sepanjang itu benar. Bekerjalah secara profesional, apalagi untuk bidang IT yang terus menerus berubah dan berkembang.
So...Anda pilih loyalitas atau loyolitas ?
Hari ini seorang user bawa a new laptop dengan vista home basic terinstall didalamnya. hwarakadah...barang baru dan OS baru. Skenarionya si user lebih banyak mobile. Sering bolak balik kantor pusat dan pabrik.
Untuk mengantisipasi gonta ganti profile, si user dibuatkan :
- Enabled DHCP (alias dia dapat IP dari server DHCP untuk konek ke DC masing-masing site.
- Untuk internet, si user akan melakukan setting sendiri (set DNS atau Proxy)
- Untuk email, si user ditambahin gateway disetting network, biar bisa ngobrol antara kantor pusat dan pabrik
- Kira-kira begitu.
Yang masih jadi masalah, saya belum nemuin cara si Vista nge-browse komputer dijaringan (biar keliatan nama-nama komputernya gitu). Kalo di ping IP nya sih lancar-lancar aja. Cuma kalo di ping pake nama komputer, si vista kagak mau ngenali. gooooooooooooooooooooooooogling kayaknya nih
Migrasi DC udah kelar. Alhamdulillah running satu minggu ini dengan lancar. Tinggal implementasi GPO. Nah sekarang job berikutnya adalah memindahkan email server ke mesin baru. Maklum yang lama ber-memory seadanya. Sekarang mau dipindahin ke server baru yang lebih bertenaga :)
Seperti biasa, step yang saya lakukan adalah google searching....Ketemu situs yang bahas migrasi MDaemon dan ditulis oleh Bung Hian. Tak lupa juga arsip milis MDaemon Indonesia. Cool pokoke...
Terus, pasang network card dan siap install :)
Sebetulnya pengen njajal install MS Exchange 2007, namun kagak punya CD Aslinya hehehehehe....
Perlu diingat juga, cek windows firewall, apakah 'akan' bermasalah dengan MDaemon
Jika ini udah kelar, saya akan konsen untuk membangun server untuk Datawarehouse dan Business Intelligence. Dalam bayangan saya, tools nya berbasis web dan kayaknya saya mau mainan coding (C# dan ASP.NET) lagi.
Saat pindah server, ada keanehan. Saya membuat server dengan nama domain, user name+password yang sama persis dengan domain yang lama. Hanya IP yang berbeda. Beberapa client Windows XP SP2, tetap bisa login ke server baru walaupun belum join domain. Aneh kan ? mestinya ditolak jeee...
Memang di domain controller, komputer itu tidak tercatat di AD. Namun dia bisa login dengan sukses. Nah taunya dia bisa login, karena dia ngejalanin batch script di server untuk sharing folder. Gebleknya lagi, dia juga masih bisa akses ke folder itu (sharing untuk authenticated user). Padahal sudah pasti ID masing-masing user lama dan baru berbeda. Aneh tapi nyata.
Permasalahan timbul, komputer tersebut tidak bisa melakukan sharing folder dengan komputer lain yang sudah join domain. Begitu *** sharing printer langsung macet. Solusinya cukup join domain baru dan jalan. Hehehehe...konyol kan..
Begitu *** ada satu user Windows 98 yang bandel engga bisa konek ke database server . Kalo yang ini mah gampang, tinggal cari file *.pwl terus delete. Login lagi dan beres.
Kebanyakan gonta-ganti domain dan workgroup, akan membuat banyak profile di Windows XP. Begitu *** kalo ada orang yang login ke komputer itu dengan user lain, otomatis akan dibuatkan profile baru. Jadilah "sampah" profile bertebaran di Harddisk Anda. Bagaimana menghapus profile ?
Silahkan baca step-step berikut :
1. Buka Control Panel
2. Klik Ganda menu System

3. Klik Tab Advance dan klik user profile setting. Voilaaaa....silahkan delete profile yang tidak diperlukan 
Akhirnya tinggal sedikit lagi client yang belum join domain baru. Lumayanlah...
Dari hasil keliling, alangkah baiknya semua data kerjaan dan email diletakkan di Drive yang berbeda dengan sistem. Ini agar kerjaan technical support lebih mudah dalam maintenance. Cape dehhhh....
Setelah keliling, saya coba install AdminPak.msi untuk melakukan kerjaan admin dari meja saya. Simpel aja, cukup install adminpak.msi di CD 1 Windows 2003 R2. Saat install koq munculnya Windows 2003 Service pack 1 satu ya ? Hmmm apakah nanti masalah di Active directory ? Saya coba tanya oom google ahh...
Sementara ini sih si adminpak udah berhasil connect ke active directory dan browse data disitu :)
Pekan depan, saya bisa explore lebih jauh mengenai tools admin nihh
More Posts
Next page »